Sunday, October 21, 2012

early 20


Di tahun 2012 ini saya genap berusia 20 tahun.
Usia yang sudah cukup dianggap matang dalam garis gender, usia kepala dua yang selalu seru untuk dibayangkan bagaimana menjadi 'dewasa'.

Dua bulan sudah semenjak ulangtahun saya dirayakan bersamaan dengan acara Idul Fitri bersama keluarga besar saya, dua bulan sudah 'kepala dua' ini menawarkan saya banyak hal.

Hidup yang biasa saja,
Keputusan yang mulai dipertimbangkan masak-masak.
Pekerjaan yang mulai menghiasi kalender waktu.
Kesehatan yang tidak lagi menjadi pertimbangan.
dan.. Masa lalu yang dijadikan 'pijakan' belajar yang baik di masa depan



Pada suatu cerita ada satu kabar terhembus dari sebuah layanan Messanger di smartphone saya.

"....iya Amanda, dia mau menikah"

...and im talking about my ex.
Saya masih merasakan hidup saya sama, sampai akhirnya mendengar kabar ini.
Bukan masalah heart-break atau iri dan blablanya....
Mini heart attack dan humming head.

we all grown up enough 
is it the time?


Ini mungkin baru satu yang terhembus sampai kepada saya,
belum lagi lainnya.
Di usia kepala dua ini mungkin berita 'pernikahan' akan menjadi tema tersendiri yang cukup geming.
Saya sendiri sebenarnya tidak mempersoalkan betul

Belum lagi,
mungkin teman-teman saya sendiri yang memutuskan akan menikah.
Belum lagi,
permintaan orang-orang terdekat untuk meminta dirimu menikah dengan seseorang.




Ah jatah saya tahun ini dan depan masih fokus untuk skripsi dan karir dulu kok
*monolog*

Wednesday, September 5, 2012

Kita dan (ego) diantaranya

Hidup itu diciptakan begitu arogan,
Hidup setiap nyawa diciptakan begitu arogan.

Beberapa hidup menyesuaikan dengan keseimbangan yang diciptakan.
Beberapa lainnya memilih larut di dalam jungkat-jungkit kehidupan.

“Kalau aku satu, aku bakalan nyari yang seimbang sama aku.. Ya, seimbang satu dari agama. Kedua, dari kehidupan aku dan dia..”
- - ungkap seorang teman dalam percakapan antara mug cokelat kami.

Keseimbangan dikepalaku berlangsung rumit. Keseimbangan diantara kami,
mencari poros tengah dari kehidupan kami masing-masing yang begitu berbeda.

Mencari persamaan kecil antara kami,
dibilik kehidupan masing-masing yang masih langka untuk kita temui bersama.

Persamaan yang terus kita terka, dibalik 360 karakter di ‘kotak masuk’ masing-masing.


EYS (Agustus)

Sunday, August 12, 2012

Diary Bintang

Diary Bintang

Ketika merumuskan diri dalam lamunan, bintang terkadang selalu menjadi jawaban.

Tebaran dalam satuan warna, menyala, berkedip ke arahku seolah menghibur pada tiap malam-malam -malam gelap.

Lamunan malam dan perantarannya.

aku mengidamkan secangkir kopi favoritku malam ini.

dengan sedikit harapan, dan andai aku bisa menjelma malam.

Hujan dan bintang dalam satu malam.

itu hari yang paling aku tunggu.

hari terbaik yang masih selalu kutunggu.


—-


Malam ini gelap.

Bintang tak hadir.

Tapi aku tahu, mereka tetap disana.

Berpijar hanya saja tertutup awan tebal

duka kelam yang terpapar diatas langit

Aku memilih tetap mengadah ke atas,

masih menanti satu bintang yang paling cerah disana, sebagaimana yang selalu kau janjikan dibawah rembulan





Galaksi bersautan menyambut malam ini dengan riang.

Tentu saja, taburan bintang malam ini menggerlapkan seluruh apapun yang ada di kepalaku.

Mungkin bintangku adalah pelantun malam. mungkin bintangku adalah pembawa kemarau.

Bulan sabit disana bersanding kuning menyalak.

Berbeda dan menyengat.

Aku sembari ingin bertitip salam pada matahari.

Angkasa kesukaan disegala musim meski terkadang menyengat terlalu asyik ketika ia datang.

Untuk bintang dan tebaran yang memenuhi langit malam ini.

Aku rindu.



——



Kosmos sebagai leburan segala isi langit yag membuncah diatas kepala

mengawangkan rindu dan membiarkannya berputar memenuhi ruangan ini

membiarkan rindu lainnya tergenang dan menguap begitu saja

teruntuk rindu, yang mungkin takkan pernah sampai



*******************

Desa Sinarjaya, Dusun Cipandan, Garut, Jawa-Barat.

Agustus, 2012

Thursday, June 28, 2012

Own Paradise


Jumat, 29 Juni


ujian penutup di akhir semester 6. Mood sudah melanglang buana membaca materi ujian komunikasi seni dan tradisi pun mlipir dari kasur, dunkin, palm kuning sampai balik lagi ke meja belajar dan waktupun sudah memasuki zona dini hari. Bahasan sejarah Yunani dan asal muasal mitos plus hal-hal mistis tidak begitu menarik perhatian saya malam ini, setelah rancangan proposal bab 1 tentang seni tari Bali yang saya buat untuk ujian dimata kuliah yang sama. Harusnya ujian terakhir ini jadi yang paling seru, nyatanya pikiran saya teralih karena terlalu banyak menuliskan embel-embel Pulau Dewata dipaper saya.



"OKE, SAYA PINGIN LIBURAN"

simpel sih. tapi banyak tapinya..



Malam belum usai, ujian besok masih menghadang, kuliah kerja nyata apalagi... saya berinisiatif untuk.... pakai baju liburan aja kali ya biar semangat belajar materi ujian close book besok ;P


Tube top (check)

Collar necklace (check)

Topi jerami (check)

sunblock sama kaca mata hitam ??


hahaaha call me crazy,

efeknya dahsyat juga teman-teman. muka lebih ceria...

selain jadi semangat baca materi ibarat baca brosur tempat wisata di Yunani *iki lebay*

iringan lagu-lagu ber ukulele ria dan deburan ombak BYUUR~. Hih bahagia banget cuma kurang sebar pasir aja nih dilantai....


Ide lainnya?

- mau jadi little mermaid (yang bisa saya tebak kaki saya bakalan masuk di sarung guling *lawas banget*)

- mau jadi ninja? oke bungkus kepala pake sarung aja

- mau jadi wanita seutuhnya ? copot beha aja *pffft*


MAKE YOUR OWN PARADISE

it always work for me :) :)


santai aja lah bro,

selo kaya dipulau

santai kaya dipantai~

have a nice pre-weekend :)

Friday, June 22, 2012

Revenge as Karma

"I wanna be around to pick up the pieces
When somebody breaks your heart
Some somebody twice as smart as I.."


Belakangan lagu ini cukup humming dikepala saya. Lagu lawas dari Tony Bennett dengan lirik yang menurut saya cukup nyentil banget. Tentang 'revenge' cintamu yang kandas kemudian melihat dia terseok-seok dan.. kamu bahagia melihat dia 'dibalas'. Bahasa gaul di kamus kehidupan nyatanya adalah 'KARMA' *zoom ini kesetiap lengkungan huruf*


Kalau kamu pernah disakiti sama seseorang, dan disuatu saat melihat orang itu dibales sama orang lain. ini sih agaknya udah semacam hukum rimba dunia yaa.. 


Kurang lebih ini sedang terjadi di hidup saya, ketika seseorang yang pernah hadir dikehidupan saya kemudian kebawa di arus yang 'agak kurang tepat' dan kurang hidupnya jadi 'kurang bahagia' gitu deh. Kalau dibilang ini karma sih bisa saja disebut demikian, tapi saya engga bakalan ketawa dibalik semua apa yang sudah terjadi sama dia. Saya justru lemah dan kasian.

Pada dasarnya setiap orang pernah menyakiti minimal sekali didalam hidupmu. Tapi kemudian udah kok. Kalau hari ini dia tidak mengulang kesalahan yang sama, ya buat apa dibahas terus. Maafan? udah, lebaran udah lewat berkali-kali, apa dendam masih layak dipupuk subur?


Saya orangnya paling engga tegaan kalau ada yang bernasip tidak sejalan dengan cita-cita dan kemauannya. Saya sendiri sesungguhnya juga engga sesempurna itu dalam menghadapi itu, tapi kalau lagi-lagi protesnya ke karma. Saya engga tau deh bakal sekejam apa karma ngehantam hidup saya untuk bisa menjadi ....yang lebih baik.


Saya orang yang mudah bahagia dengan kebahagian orang lain. Ketika dia sudah menemukan tambatan hatinnya, ketika dia yang lain sedang bahagia dengan hobinya, ketika dia yang lainnya lagi mungkin berbahagia diatas hidup saya yang sedang jatuh melanglang dari dunia pengharapan dan penghianatan *eyauwismand* 

Pada dasarnya berbahagia di kehidupan orang lain jauh menjadi lebih menyenangkan daripada beberapa orang yang justru bahagia dibalik kesedihan :")


"Life is a bitch if your are"
jadi the strongest quote yang belakangan terpajang dibalik wallpaper saya. Karma juga bakalan jadi bitch... if you are



"....And that's when i will discover that revenge is sweet
As i sit there applauding from a front row seat
When somebody breaks your heart
Like you, broke mine"
( I wanna be around, Tony Bennett)


Monday, June 4, 2012

Strike a blow

Banyak hal-hal di hidup ini yang harus diperjuangkan.
Berjuang untuk maju, menyelesaikan urusan yang tidak selesai dan juga berjuang untuk menghadapi yang namannya masa depan.


Hari ini tepat satu minggu sebelum menghadapi ujian akhir semester, ujian penutup disemester enam. Jujur, semangat saya juga terbumbung membara sampai akhirnya buku catatan perkuliahan saya hilang sejak seminggu yang lalu T___T (ndang baleknoooo......)


Dari segala resume hidup, saya ingin hidup dengan santai.
Menikmati kiri dan kanan, yaa bukan tanpa aturan tapi sudah memandang ke goal yang tersisip didepan saja. Saya sering kali meleng melihat fokus, tapi kemudian kembali lagi dijalan yang hina ini sebagai mahasiswa semester enam, 20 tahun dan still nothing.


Mengembara dalam hidup ini saya menangkap tingkat survival dan bahkan berjuang saya ada dizona abu-abu, jauhh dari zona merah.
Saya sering takut dan khawatir untuk memerjuangkan sesuatu diluar zona nyaman saya.
Saya takut menerima konsekuensi 'tidak' dan kemudian pecah berkeping-keping saking sakitnya. Kalaupun saya terlihat fine, pada dasarnya saya tidak akan pernah siap menerima kegagalan. Saya akan berusaha untuk apapun yang saya yakini, saya bisa dan mampu~


Perjuangan untuk mbribik misalnya.
Kalau kata pacarnya seorang sahabat "Mbribik itu engga boleh malu..."
dih, saya pemalunnya engga ketulungan sama si objek bribik.


Kejadian salah tingkah lainnya, tubuh mendadak kaku, bernafas kemudian berat, mata enggan berkedip, jantung? maaak kemanamana mau copot book.. saya yakin, beberapa dari kalian pernah mengalami pengalaman yang sama ketika melihat seseorang.


Perjuangan saya dalam mbribik ini keras banget.
Saya takut mengambil langkah maju, saya cemen, saya lemah dalam hal ini.
Saya bahkan sering berdebat dengan diri saya sendiri untuk 'Calm down' dan terkadang 'Leave it'. Seringkali perasaan 'dia pantes engga yaa.." terngiang kuat di kepala, kegalauan kemudian semakin klimaks, semakin parah, playlist kemudian semakin dangdut.

Apa memulai harus sesusah ini?


Untuk menyambut seseorang yang baru di hidup, apalagi kalau kita yang nyambut duluan.
Perjuangan untuk bisa menyapa duluan menjadi kian pelik. Perjuangan untuk mengukir rindu dibalik arus timeline twitter. Perjuangan untuk menebas zona friendzone yang menjadi bahan ledekkan paling ampuh untuk semata ngebuat saya down, lembek dan pingin pelukan sama pilar yang gede banget. Mungkin saya terburu-buru dan menangkap objek sebagai goal tanpa objective yang jelas.


ah, sudah lah saya seharusnya terbiasa dengan hal-hal semacam ini.
kalau kata Michael Learn to Rocks 'nothing to lose, your love to win...'
sama halnya dengan perasaan ini...


"Nothing to lose , your love to win.
Hoping so bad, that you'll love me in.
I'm at your feet, waiting for you
I've got time
And nothing to lose.."









Insufficient Feeling, V

Thursday, May 31, 2012

Happy Anniversary

Ada yang datang, ada yang pergi.

Ada yang memulai, ada yang mengakhiri.


Sama halnya dengan postingan ini.

Saya mau mengakhirinnya dengan baik.

Dengan bijaksana, merelakan rutinitas yang telah kulalui selama satu bulan penuh.



Rencana untuk #31harimenulis kemudian akan berubah menjadi #31harigardening sebagai obat rindu. Bedannya engga ada bang Wiro lagi yang akan mendampingi setiap malam untuk meretweetnya :”)


Seharian ini saya dipusingkan akan jenis anggrek dan mawar yang akan kupilih sebagai teman berkomitmen. Mungkin kesibukkan akan menghalangi, mungkin waktu juga akan menyuburkan atau mungkin melayukan. Tapi dengan suka cita semua bisa dijalani, dinikmati dan akhirnya bisa dibanggakan kan J

Akhirnya bisa melengkapi 31 hari penuh untuk posting ini bak kebahagiaan lain, selain bisa puasa full dibulan Ramadhan. Bawa leptop kemana-mana, pinjem gadget, bingung karena jaringan internet yang down, bingung mau nulis apa, dilibatkan dan melibatkan nama teman-teman sebagai kelinci percobaan *smirk*.


31 hari sebagai diary untuk hari-hari yang mulai berjalan baik dan maju kedepan. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah menyimak dan bahkan mengejek tulisan saya dengan jailnnya. Yang mengejek kegalauan, haru-hari random dan puisi galau di awal postingan.


31 hari menulis untuk komitmen yang akan diakhiri ditahun 2012 ini.

31 hari untuk komitmen nyata menanam versi Amandhari ditahun 2012 ini.


Untuk Sarah, Ipeh dan Nisa partner komitmen di 31 hari menulis, selanjutnya kita komit di UNU600 ya teman-teman :D


Merelakan sesuatu yang lama untuk hari yang lebih baik.

Merelakan kebahagiaan lain untuk melupakan skenario lampau alam.

31 Hari yang mnegajarkan saya untuk bisa melihat bahwa hidup itu adalah proses belajar dan menyenangkan.


Mengais hal baru, mencoba tantangan untuk memulai yang tidak pernah saya mulai. Mencoba mengenal lebih baik. Keluar dari zona nyaman untuk bisa menyapamu kemudian (diprediksi terjebak) di friendzone (puas koe winn, tang, ndu, man, ntan..puaaas!!)



Sekali lagi, Terimakasih bang Wiro, selamat #31harimenulis J





Kedai Kopi


Wednesday, May 30, 2012

STMJ

Ada fakta lucu tentang mahasiswa komunikasi UGM




Kutukan genap dan ganjil,

Mahasiswa di angkatan genap komunikasi selalu dihiasi mahasiswi bening-bening yang cantik rupawan. Kebalikannya, di angkatan ganjil dianggap tidak semenarik itu, tapi disisi lain angkatan ini punya pemikiran yang lebih oke dan kritis. Pokoknya cewek bening di komunikasi itu pasti ada di angkatan genap dan bisa disurvey sendiri deh pokoknya.



Lain halnya dengan fenomena STMJ.

Geng ini dibentuk melalui twitter ketika semester tiga silam dan STMJ adalah singkatan dari Semester Tiga Masih Jomblo. Kita saling sindir di twitter dengan tagar STMJ dan sedikit berbangga karena banyak teman-teman yang masih jomblo juga dikala itu. Semester demi semester berlalu, kami melupakan sang STMJ dan melakukan hidup kami masing-masing, semester 4 dan 5 juga dilalui dengan damai karena saya akhirnya tidak jomblo lagi :p



Sekarang perjalanan semester 6 sedang kami lalui, minggu uas yang sebentar lagi merapat ke agenda kami kemudian mengingatkan kembali diingatkan oleh STMJ, dengan kepanjangan barunnya ‘Semester Tujuh Masih Jomblo’. Kami cuma diam membatu dan melontarkan candaan kasar satu sama lain. Semester 7 itu adalah ajang dimana seluruh mata kuliah sudah selesai, beberapa matakuliah yang mengulang dan bahkan beberapa sudah bisa mengambil UNU600 atau sang-Skripsi. Ngomongin status, kira-kira saya masih jomblo engga ya ? :3




Celaan antar STMJ hingga hari ini masih semakin menjadi dan bahkan lebih parah. STMJ untuk Sampai Tamat Masih Jomblo ini bahkan lebih ngeri daripada UNU600.



***



Semoga kali ini nasip baik berpihak pada saya untuk bisa menyelesaikan semester 6 dengan baik dan menjalani semester 7 dengan briliante. Masalah status mungkin bisa belakangan asal bisa komitmen sama si UNU menurutku itu udah lebih banget, lebih dari pacar bahkan. Segala perhatian dan waktu semua kesedot untuk UNU.



UNUin aku mas… UNUin aku…






Pandanaran Resto

Tuesday, May 29, 2012

Comfort Zone


Semua orang punya zona nyamannya masing-masing. Dalam berpakaian, musik dan tempat tertentu misalnya. Saya sesungguhnya merasa nyaman dengan kaos dan wedges ketika ke kampus, kalau kata teman saya sih beha juga salah satu unsur pendukung kenyamanan. Saya setuju. *hidup behak*


Zona nyaman di fisipol (kampus saya) misalnya, dandan gembel, sendalan, kaos oblongan dan bahkan dosen kami juga berlaku sama. Zona nyaman di bagian komunikasi tentu saja beda dengan zona nyaman kampus FEB sebelah, dandanan rapih berkerah, sepatu tertutup yang kemudian ketika anak fisipol main kesana akan diusir -___


Zona nyaman disetiap tempat bahkan berubah-ubah...


Tapi ada satu tempat dan kondisi dimana zona nyaman itu benar-benar nyamaaan banget. Saya boleh bilang engga, zona paling nyaman didunia yaa ketika dipeluk kyaaa :3



Oke, kembali ke fokus...



Zona nyaman setiap orang tentu saja berbeda-beda, engga ada yang hakiki ketika kita ngomongin kenyamanan karena itu semua relatif.


Dari zona nyaman ini kemudian saya mikir seharian suntuk untuk sebuah insight kampanye yang saya dan tim sedang kerjakan. Pikiran saya terlalu sempit untuk kembali melihat ‘mau diapain sih kampanye ini’, 'gimana sih cara nyampeinnya' dll. Dari semua pendapat yang sudah kami diskusikan dan kami catat, ada satu kesamaan dari pemikiran kami masing-masing. Kami masih takut keluar dari zona nyaman kita, ambil tantangan dan be edgy.


Dalam iklan, mudah kita merumuskan ide yang memang telah ada disekitar kita aja. Yap, dari sudut pandang pribadi dan campuran pemikiran dari zona nyaman itu tadi. Ide akan jadi terasa sangat gampang banget deh.


***



Perspektif ide kita ya tentu saja atas pengaruh kesukaan kita masing-masing, misalnya saya suka berat sama sesuatu yang simple dan elegan, ya saya akan pakai warna hangat seperti cokelat, gold dan maroon dalam pembuatan iklan. Teman saya suka micin, ya pasti ada hal-hal berbau micin yang tersirat juga disana.


Padahal seharusnya, ide itu datang dari sesuatu yang tersirat atas kondisi tertentu. Ide itu memang ada disekitar kita kalau kita bisa lihat itu lebih jeli, jadi ide yang bagus yaa tentu saja ide yang bisa merangkul targetnya, semacam berangkat dari consumer insight.


Tapi jujur, saya lagi stuck banget untuk mikirin ide iklan cetak yang akan kami buat untuk akhir bulan. Saya belum siap untuk keluar dari zona nyaman saya sendiri untuk beradaptasi dengan keinginan sang target market, berbentuk sebuah iklan cetak yang akan dipasang di salah satu majalah kenamaan di Yk.




Mungkin sudah waktunnya kami keluar dan melihat langsung ke realitannya, engga cuma berangkat dari rasionalitas semata.


***



Sambil menulis postingan ini saya disindir playlist di iPod saya, lagu dari Death Cab for Cutie dengan judul I will Posses your Heart yang sukses membuat saya tersedak teh tawar hangat yang sedang saya minum.



"...How I wish you could see the potential,
the potential of you and me
It's like a book elegantly bound,
but in a language that you can't read just yet..."



Lagu ini nyidir banget. Saya tahu brand ini potensial tapi kalau kita bicara sama dia dengan bahasa yang engga pas ya bakalan salah arah juga. Kata dosen saya, kita betul-betul harus mengibaratkan si brand ini sebagai pacar posesif yang harus kita ngertiin (dan nindas kita untuk tidak terlibat di ego kita, awwwkeh -,-)


Mungkin memang sudah waktunnya untuk berubah dan ngebunglon di keadaan, haus darah dan more suffer untuk mengebalkan segala kelembekkan ide dikepala ini! Kalau kata Kelly Clarkson sih, What doesn't kill you makes you stronger and now im working with this.



disisi lain saya mulai nyaman untuk menulis postingan selama #31harimenulis berurutan, ini sudah mulai memasukki hari ke 29 dan menyadari semuannya akan segera berakhir :"



Goodluck team #deADline




Monday, May 28, 2012

Matahari

Obrolan saya sore ini dengan seorang kawan. Seorang pecanda hebat dan pengalih topik tercepat yang pernah saya kenal dan bahkan kami sudah berbincang banyak akan kehidupan masing-masing meski hanya melalui blackberry messanger...

***

"At sunrise everything is luminous but not clear.
It is those we live with and love and should know who elude us.
You can love completely without complete understanding."

(Norman Maclean)



Perjalanan saya sore ini dari Surabaya menuju Yogyakarta dibayangi matahari tenggelam dengan perpaduan warna oranye yang sangat cantik, terlebih pada hamparan sawah hijau yang membentang dan pepohonan yang masih lebat.

Perbincangan virtual kami sore itu tentu saja membahas matahari.
Menurut saya seluruh benda di langit itu cantik. Disamping bulan dan bintang, pesona matahari lah yang paling saya suka. Sebagai pengagum awam matahari, saya dan dia menyukai matahari. Dia suka matahari yang datang dan saya suka matahari yang tenggelam.

Dia menceritakan pengalamannya akan sosok matahari diatas laut ketika memancing dengan pancaran cahaya hijau yang memesona. Saya menceritakan matahari tenggelam dibalik lanskap pantai yang selalu terlihat sexy. Saya dan Dia berbagi cerita dibalik matahari sambil melambai hangat atas kepergiannya, di kota masing-masing.


Matahari itu selalu dipuja ketika ia hendak datang dan pergi. Ketika ia siang terik diatas, setiap orang mengutuk untuk sedikit bersembunyi disepanjang siang. Kemudian lainnya, kecantikan matahari menjadi momentum tersendiri, atas kedatangan di dini hari dan kepergiannya saat senja. Semua tampak begitu indah.

***

Saya tidak pernah menyangka, pembicaran akan matahari bisa semenarik ini..
Mungkin menatap matahari yang datang ataupun pergi dikemudian hari kelak bisa direalisasikan bersama sesambi menikmati senja dan teh melati hangat dicangkirku, dan brew coffee dicangkirmu :)

...It's just you and me and you
Just you and the sun and the sky....
(Hanson)

Sunday, May 27, 2012

Mukena

Seharian ini dihabiskan keliling Surabaya untuk menyelesaikan kebutuhannya masing-masing. Mulai mlipir dari mall satu dan mall lainnya, sampai dari masjid satu ke lainnya. Fatalnya, diperjalanan kali ini saya lupa bawa mukenah, alhasil saya kliyengan muter-muter cari pinjeman mukenah yang kalau beruntung ada pinjeman gratis di rak mushola. *Salahnya sendiri mukenah ketinggalan gara-gara teledor -____-*


Saya menemukan bahwa menemukan mukenah yang tepat ini ibarat cari jodoh pemirsah *drum roll*
Dari perjalanan coba-coba masjid, saya belum pernah nemu mukenah yang Pas sama saya, sampai dengan hari ini. Dari mulai yang kepanjangan banget, cukring, tali belakang longgar, kegedean, bau keringet sampai wangik banget..


Sama halnya kaya prosesi (cari) pacar kan?
Ada yang baiknya kurang ajar, ada yang jahat, ada yang penyayang ada yang cuek banget. Engga ada yang benar-benar sempurna. Sampai akhirnya ketika kita diposisi 'mau menjalankan niat' yaaa mukenah kaya apa aaja bakalan okey asal bisa menunaikan sholat dengan khusyu.


Kalau memang kita sudah siap yaa, pria yang mana aja bakalan oke asal bisa jadi imam yang baik dan sholehah kikikikiki...


Disisi lain kita mencari kenyamanan,
disisi lain kita menjalankan niat jadi beradaptasi dengan kekurangannya.
Yaa, saya sih sudah menemukan mukenah yang tepat dan sudah saya miliki selama beberapa tahun terakhir tapi kalau jodoh yang tepat biar Tuhan aja yang maringi, soalnya Jodoh yang baik, bahannya enak dan kainnya dingin bak sang mukena engga dijual di Karita :')


*NB: Mukena baru dengan konteks dipamerin dihari lebaran itu lain cerita ya sodara-sodara -_____-

Saturday, May 26, 2012

Ibu Masinis ?


Selamat malam, selamat memulai akhir pekan untuk teman-teman :)
Kali ini saya akan menghabiskan hari-hari saya di Surabaya untuk beberapa hari, singkat cerita saya dan mama berangkat di pagi hari dan seperti biasa kami naik kereta api.


Selama perjalanan semua terasa normal sampai akhirnya saya menyadari akan hadirnya bapak masinis yang bertugas melubangi tiket kami. Bertubuh besar, berkumis tebal bak Santa dengan kawalan dari mas-mas polisi. Saya wondering seketika. Saya jarang melihat pekerja di stasiun yang berjenis kelamin wanita selain dibagia frontliner (terlebih dibagian loket, penjual makanan, penjual karcis).

Coba deh, kalau diingat lagi, mulai kita masuk stasiun dan melakukan pemeriksaan tiket, porter (yang menurut saya wajar kalau laki-laki karena butuh itu pekerjaan fisik), pembersih kereta, masinis dan polisi penjaga, penjaga rel itu semua di dominasi kaum laku-laki. Entah ini hanya permainan asumsi saya saja tampaknya, tapi saya yakin kalau ada wanita yang menjabat posisi-posisi itu pasti hebat dong ya :)

Selama ini beberapa posisi pekerjaan itu terdoktrin sentris
untuk gender tertentu saja.
Sama seperti halnya Pak Masinis dan kenapa tidak Ibu Masinis?
Pak Pos, dan kenapa tidak ada Ibu Pos ?

Tulisan ini terasa sedikit feminis ya, tapi saat ini porsi wanita memang tanpa ragu bisa menempati posisi kesetaraan dalam pekerjaan. Disisi lain, ketika kaum wanita sudah dianggap setara, kemudian kembali pada hakikat nilai moral yang terbendung didalamnya, itu semua berangkat dari pengaruh lingkungan dan budaya. Status-que sendiri memang sudah diciptakan dari budaya yang kita anut kok, jadi persamaan gender mungkin akan menjadi tanda tanya besar ketika segala sesuatunnya dikaitkan dengan sosok Ibu yang selalu di aplikasikan ke apapun bentuk haknya.

Apapun haknya, wanita itu diajarkan hal baik untuk saling mencintai sesama kaumnya dan bahkan menjadi bagian dari tulang rusuk pria, how awesome deh wanita itu.


Selamat malam Surabaya,
Semoga Sabtu Malammu menyenangkan karena pemandangan malam ini sungguh menyejukkan hati saya yang cukup sumpek mengingat rencana yang tidak berjalan dengan baik, saya mau kirim semangat dulu untuk Salman dan Hawwin..




Friday, May 25, 2012

Friday: #dendanglegenda



Menghabiskan malam ini berdendang dan berdansa bersama #DendangLegenda setelah acara random dan nonton MIB barengan Geng Jajan. Acara tahunan dari angkatan-angkatan di komunikasi yang mana hari ini gilirannya 2009 sebagai tuan rumah penyelenggara.



Tidak cukup jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan format musik meriah, mulai dari akustikan, rock, medley-an sampai yang tidak pernah absen tentu saja dangdut mania. Dan kemudian, tentu saja beberapa pasangan baru kemudian lahir lewat keunyuan acara #eee-aa



Di momen ini juga, ajaibnya ke tujuh sahabat saya juga turut datang dan meramaikan acara kampus. Jarang kami bisa meluangkan waktu untuk bisa berkumpul full seperti ini, dan ini semua sungguh ah-ma-zing. Saya pernah cerita belum ya sebelumnya, sahabat wanita bertujuh saya yang paling bisa diandalkan untuk urusan TA (titip absen) dikampus namannya #BNL08 ;P




Tahun terakhir sebagai tuan rumah penyelenggara karena tahun depan kami sudah akan sibuk dengan kegiatan (baca: skripsi) masing-masing. Momen terakhir yang mungkin juga selalu akan kita ingat, bahwa kita selalu memberi warna dan kehidupan di dalam dunia kami masing-masing :)



Terimakasih juga buat panitia #DendangLegenda yang sudah menobatkan saya di Best Dress in a row, untuk yang paling norak (-_____-) *iki gara gara koe Tif*. Sejak era dangdut hingga lagu lawas, saya selalu ditarik paksa untuk menerima anugerah best dress *isin puoool twips isiin….yakin.* Sebenarnya tentu saja ini semua karena salah kostum semata dan kelewat heboh, pakai bando iblis, slayer dan kaus kaki merah cukup membutakan mata para insan pas acara *ndlesot isin, iki salahe tifa pokokmen*



*fotonnya sebatas badan ke atas aja ya, you will LOLing me more with red socks and wedges*


Malam masih panjang untuk dilanjutkan berkemas.

Selamat malam, salam hangat untuk postingan ini.

Terimakasih kaskusian-09 dan #DendangLegenda,

Saya sayang kalian wahai #BNL08 **smoooches