Wednesday, March 21, 2012

19

selamat malam,

Saya sedang berfikir begitu kerasnya sampai memaksa saya untuk meneliti lagi kedalam pikiran saya. Semakin dewasa saya pun paham makin banyak pula tanggung jawab yang akan dianut, segala nilai moral, cela dan hakikat diri sebagai perempuan (Jawa) yang masih lekat didepan mata saya.

Semakin dewasa pula saya paham, bahwa saya sekarang belum (cukup) dewasa.
Untuk semua hal dan semua hidup yang sudah ada saat ini, saya belum dewasa.
terutama, untuk menanggapi hal krusial yang paling menghantui wanita pada umumnya,
menikah.

Menikah, untuk yang pertama dan terakhir.
Saya pun tidak pernah habis fikir ketika 'dia' itu betul-betul hadir didepan kita (dan bahkan mungkin kita menyia-nyiakannya)

Ajakan menikah?
Jangan tanya saya, karena saya belum (cukup) dewasa untuk berbagi boundaries yang sudah saya bangun selama 20 tahun terakhir :)


Maret #moveon untuk segala cerita cinta, ketololan masa lalu dan pukpuk kesayangan :')

Friday, January 20, 2012

Januari




Berpicisan dipinggir jalan Bantul.
Sedikit melankolis karena ujung gigi dibelakang sana yang membuatku menangis euforia beberapa jam lalu.
Aku sudah bisa tersenyum lagi sekarang.
Savior of the day adalah antibiotik yang menjelma menjadi pain killer (dengan prosesi kerja yang cukup luama) dan tentu saja kedua orangtua pahlawan dengan segala energi menghantarkanku kesana kemari.

Sampai halnya, aku terbersit pada satu hal. Dokter gigiku kaya.
Bayangkan saja, dalaam sehari aku menemuinnya lebih sering dari pacarku sendiri. Terlebih dia matre, karena aku harus membayarnya tiap kami bertemu :p
(Mungkin juga pacarku seharusnya menjelma menjadi dokter daripada sarjana pertanian ;P)


Januari Manja.
deskripsi singkat dipenghujung awal 2012.

Saya bingung ingin bersuara apalagi, kepala dan gigi masih sibuk unjuk sakti dibelakang.
Saya? melamun manja pada roti marrie saja.
Selamat Malam.

Monday, November 7, 2011

Pack(ing)

HUAH.
like i wanna scream outloud now. my midterm week almost over and welcoming to my h-3 'Guilty Pleasure' week that ive been waiting for long long long time.

Packing kali ini masih diselimuti senyum engga sabar dan aku yakin packing up my last stuff before flight day bakalan not that happy enough. Yup, because once again packing means leaving (temporary for a week). Im gonna miss my boyfriend, wish i could packed him inside my bags *begging*

Jogja belakangan gelap. Mendung. Hujan.
aku suka hujan, basah sampai pada akhirnya kendaraan bermotor berebut jalan seenaknya, harus lebih extra carefull dijalanan Jogja yang senggol sana sini sama kendaraan yang didominasi roda dua. Kemarin airport di kota gudeg ini ditutup karena lampu runaway yang mati dan banjir, hmm tambah lagi satu kegelisahan.

im gonna hang my DSLR again yipp yipp, its been a long time not handle it. Cant wait to share all my photos here (again). Hope me nor losing any skill of being amateur photographer there :)


Persiapan packing koper Amandhari saat ini 40%; jauh dari benar-benar siap.

Sunday, October 9, 2011

Farewell and Greeting

Ditengah prahara tugas kuliah, hasrat buat menumpahkan segala perasaan ke tulisan lagi getol getolnya. Malam ini, malam terakhir di Jakarta dan besok saya bakalan pulang, pulang ke desa istimewa Yogyakarta.

Time to waste kalau malam ini mau dihabiskan dengan mengerjakan tugas (..dan mereka harus dikumpul besok) . All my bag are packed dan aku bukan seseorang yang suka packing. Packing means leaving and goodbye. Tapi entah kenapa packing kali ini engga seberat packing biasannya, mungkin hati ini sudah bena-benar menggelorakan elora kegembiraan untuk pulang.

Ribuan kata kata melalui twitter dan sms sudah cukup membanjiri kerinduan teman-teman, makin meleleh lah seorang Amandhari disetiap buliran kata ka-ngen yang mereka utarakan. 13.15(demi apapun berharap untuk tidak delay). Aku mulai membayangkan kehidupanku sebagai mahasiswa semester 5 kembali bersama sahabat-sahabat terbaik, pacar kesayangan dan keluarga kebanggan.

Belajar mandiri. Dewasa dan apapun yang mereka bilang baik aku berusaha untuk itu, untuk menjadi lebih baik tentunya. Hidup engga bisa sekedar enak-enakan tapi kita berjuang untuk hidup kita sendiri. Yang paling jleb itu adalah ketika ulangtahun kemarin sendiri. Diujung telepon sana semua berusaha meghibur, mengucapkan segala yang terbaik. Mau dibilang cengeng juga engga apa deh, ini pertama kalinya ulangtahun sendiri sak dewe dewenya sampai si pacar ngetuk pintu kosan dan ngebawain kue ulangtahun plus candlesnya. Jogja Jakarta itu ratusan kilo meter dan lelaki kesayangan ini datang tepat di depan pintu kosan seraya nyengir jail dan tentu saja muka jaim saya jadi topeng penuh momok waktu itu (dan sekarang nyesel setengah mati). Halah balik lagi ke intinya... malah curhat. Struggle dan itu masih stick in my mind. The reason why i leave and look up for ths experience (and believing that happiness inside).

Pengalaman yang luar biasa ditahun 2011 ya ini.. **nunjuk nunjuk gedung galaktika cc ke PT. Pelia Alembana* * dan ini.. **nunjuk kosan La Muri kamar nomer 3** dan.. yang spesial yaa dukungan dari kalian itu **nunjuk kamu kamu**. Bismillah buat kehidupan selanjutnya (sebagai mahasiswa ulung yang tahun depan mulai semester tua). Bersyukur buat segala kesempatan, kasih sayang dan kenikmatan yang selama 19tahun sudah lalu lalang di hidup saya.


Mumpung masih muda. Kesempatan itu banyak, tergantung kamu mau manfaatin itu atau engga.

J


Putri Amandhari (belum kepala dua. Masih muda)*pencitraan*

Selamat malam Jakarta. Selamat malam terakhir Ibu Kota

Wednesday, September 21, 2011

Thursday

Selamat pagi Rabu,
Dengan semangat magang yang masih tersisa, meski energi saya cukup dicerna habis oleh para kesleo lutut dan sekarang flu. Tapi saya mau senyum dan mengalihkan pikiran ada hal yang lain. This suffer wouldnt be end up soon if i grumble too much, right :-)

Sudah sebulan lebih menghabiskan waktu untuk freelance di Pelita Alembana, dan tentu saja sudah selama itu pula menjalani hidup sebagai anak rantau. I get used to it, meski terkadang rasannya sepi banget apalagi pas mama mulai telfon, makin kerasa lah jarak antara kami :(

Belajar semangat itu susah susah gampang. Belajar hidup dimana kamu berada itu juga begitu. Enjoy aja setiap hari, nikmati, karena everyday is different and you wont feel the same, bisa dibilang 'tidak mengikat ruang dan waktu..' haha itu persis banget sama definisi komunikasi. Sedikit ada perasaan mulai tidak sabar untuk awal Oktober yang lebih ceria, pulang kerumah dan bertemu Yogyakarta dan segala isinya. YUHU, life still going up here, Amanda. yuk kembali ke slideshow dan melanjutkan kerjaan TVC yang belum kelar.

Selamat hari Rabu ;)

Friday, September 16, 2011

i wish nothing but the best

"Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known how bittersweet this would taste?"

petikan lirik dari Someone Like You by Adele, yang belakangan ini menghinggap di kepala.
Jakarta malan ini hujan, cukup deras, cukup membuat saya basah kuyup sampai ke kosan sunyi diujung gang.

Saya tidak akan mereview lagu ini sih, dan bukan lagu yang refers to me behind (#kode atau macamnya) NO. NO. Petikan lirik itu rasanya spesial. Dalem banget."Who would have known how bittersweet this would taste?.." bukannya itu memang sudah seharusnya ya, I mean. Do not regret our past buat apapun itu.

Karir. Hidup. Percintaan dan semua yang udah kita lakukan, kita engga bakalan pernah tau gimana 'rasannya' sampai kita ngalamin hal itu sendiri. Buat saya, memang keinginan saya cenderung 'pasaran' seperti keinginan orang lain, ' i wanna be better everyday..' dan tentu saja tidak mengulangi kesalahan kecil dan memperhatikan setiap detil. Bukan perfeksionis sih, but i would try my best for anything and its my responsibility *berasa hansip 24 jam siap memberikan yang terbaik* Dibalik itu semua, kesalahan pasti ada. Semua orang 'pernah' mengalaminya, kegagalan juga demikian. Itu yang ngebuat kita stronger dan head up high kan?

Flashback buat hal apa aja yang telah kita lakukan menurutku pribadi boleh aja, asal jangan berlarut-larut. Hidup itu misteri sampai cerita demi cerita tersimpan. Masa depan apalagi..."Nothing compares, no worries or cares, regrets and mistakes, they are memories made. Who would have known how bittersweet this would taste?"


NB: anyway ada yang tau obat penawar galau apa?
LOL :)