Sunday, May 6, 2012

KKNGRT2012




Hari Minggu, Sunday atau yang lebih dikenal sebagai hari matahari yang setia membumbung menemani akhir dari segala pekan untuk menyambut aktivitas Senin setelahnya.

Ini juga pertama kalinnya saya mengikuti Sunmor setelah menetap lebih dari 4 tahun di Yogyakarta. Bangun pagi dan segala kesadaran setelahnya masih terlalu malas untuk dibangunkan di Minggu pagi, yang pasti akibat hangover Sabtu Malam yang terlalu berlebih.



Ooh..gini rasannya Sunmor.

Ada banyak macam rupa barang dagangan sampai hewan disana. Sebenarnya lebih mirip seperti pasar pagi di Jakarta yang dulu sering kukunjungi, Sogo Jongkok tempat saya membeli perlengkapan dan baju Barbie di eranya.


Saya bersama pasukan KKNGRT2012 (Julukan pasukan KKN PPM-Garut) berpartisipasi dalam Sunday Morning di lembah Ugm untuk mengumpulkan dana prosesi KKN. Kami berjualan mulai dari Garage Sale, Takoyaki dan esTeh dengan hura-hura dan penuh tawa. Jualan kami hari ini juga terbilang cukup menyenangkan dan laris dong.. Pastinya membuat kami tambah bersemangat untuk menyambut sesiapa saja yang menghampiri kami.

Saya tidak pernah membayangkan keakraban yang sangat dinamis ini menjadi pemandangan hari ini. Ini keluarga keduaku. Keluarga berteteh-akang periode Juli-Agustus di kota dodol nanti.


Momen seperti ini juga mengakrabkan kami secara pribadi. Ada seseorang yang biasannya kami kenal sangat pendiam, hari ini bisa terbahak lepas yang tentu saja menyenangkan. Kulitku juga menghitam 25% dari aslinya dan saya anggap ini semua terbayar dengan keseruan hari ini.


Akhir pekan sudah selesai, waktunya bersiap kembali beraktifitas J

Saturday, May 5, 2012

Sabtu


Hari saya dihabiskan dengan baik. Setelah mengambil blanko kesehatan di GMC untuk kebutuhan KKN bersama dua orang sahabat.
Hari ini lesu, semangat pergi entah kemana dan masih terngiang diujung mata.
Sahabat saya ini tahu betul saya sedang membutuhkan bincangan liar seperti biasa yang kita lakukan dan kegelisahan yang mengawal pergi mereda.


Hari ini sama halnya seperti sebelumnya.
Baskin Robin selalu absen menyediakan Very Berry Strawberry kesukaanku. Rainbow Sorbet juga tidak cukup menghibur hari ini. Aku masih merindu potongan strawberry kecil didalamnya yang mana itu pun tak mungkin.

"Live gives what we need nor what we want.."

Semangat harusnya kian mengada untuk menyambut Sunmor pertama KKN Garut kami. Jujur, aku belum pernah ke Sunmor secara 'official' seperti besok. Harusnya akan banyak canda tawa dan senyum terkembang disana.


Selamat ber Sabtu Malam untuk teman semua..

**Drop In the Ocean masih lekat saya repeat malam ini, akan harapan yang memang harus kita tunggu. Harapan yang datang karena tidak berlaku instan. Harapan yang masih ada didepan sana. Harapan yang menggandeng waktu. Harapan yang membaurkan segala mimpi. Harapan yang baik untuk berbahagia dan membahagiakan seseorang.


Friday, May 4, 2012

TZ terbakar?

Hati saya masih kacau berat ketika akan menulis postingan ini. 30 menit lalu saya masih menangis dan terbujur kaku dipinggir jalan dan banjir air mata yang desirnya melebihi hujan yang menghias kota Yogyakarta.

Mobil saya, kesayangan saya dengan plat TZ yang sering diolok-olok sahabat saya karena memiliki makna tersendiri untuk diejek, terbakar dibagian mesin.


***

Aki dari mobil saya terbakar didepan mata saya dan bahkan saya tidak menyadari bahwa semua itu terjadi karena saya cukup lalai. Semenjak kemarin saya dan teman saya memang sudah mencium bau karet terbakar, dan kami membiarkannya meski sedikit rasa khawatir dari diri saya aroma ini datang dari mesin mobil dan berceletuk “takutnya ini dari mesin dan mobilnya akan meledak” kata saya malam itu tanpa firasat apapun kamu mengabaikan aroma karet ini dan melanjutkan perjalanan untuk rapat KKN.


Hari ini, pukul 19.30 perjalanan dari KFC Sudirman menuju pulang setelah internal meeting dengan seorang kawan. Lampu mobil saya kembali mati seperti biasa, dan ini sudah kesekian ratus-kalinnya sampai akhirnya saya nekat untuk menggunakan lampu jauh hingga sampai kerumah.

Pukul 19.45 ditengah perjalanan pulang, saya mulai memasuki daerah Colombo dan mencoba mematikan AC mobil. Sesambi saya membuka kaca dan menghendus udara diluar tanpa penuh curiga aroma karet panggang itu justru berasal dari mobil saya. Saya menyetir dengan sedikit was-was akan lampu yang mati dan AC dengan aroma mesin yang menyenangat.

***


Melintasi jalan Cenderawasih saya mulai menyalakan AC dan berfikiran untuk menepi dengan mengecek mesin yang pada akhirnya asap putih justru menyembul dibalik kap dan bilik AC. Saya panik dan menepi ke kiri. Kunci mobil saya macet dan mendapati kobaran api di sisi kiri kap mobil saya yang mulai menjalar ke kaca depan. Terlebih heatset iPod saya yang membelit tubuh menambah panik kondisi saya saat itu.


Tanpa pikir panjang dan menarik kunci mobil, saya menyebrang. Seorang bapak dari laundry depan terlihat cukup panik karena sambaran api yang kian tinggi. Ia dan istrinya mengambil air. Tidak banyak pengendara yang peka akan hal itu dan tetap melaju kencang sambil menatap nanar saja.


Orang-orang sekitar membantu memadamkan staff TK Olifan, bapak laundry dan shop keeper distro yang hanya menyaksikan kami bak drama live menarik :(


Saya sejujurnya panik dan memposting ‘minta pertolongan’ di twitter dengan tangan bergetar dan airmata yang tidak terbendung lagi. Saya serampangan menyebrang jalan ditengah traffic yang macet karena kepanikan yang melanda hebat didalam diri saya. Bapak Laundry bilang kalau saya berdiri ditengah jalan dan hamper tertabrak, dan tentu saja saya tidak mengingat bagian ini.


Saya menyebrang dan mewaspadai bahwa mobil saya akan meledak dan menghancurkan radius terdekat dan memberanikan diri membuka kap mobil ditengah dalam relaan api. Saya bergegas mengambil air mineral didalam mobil dan menyiramnya dari jarak dekat, karena siraman dari orang-orang sekitar jauh dari titik api. Saya tidak peduli akan panas semburan dan hantaran lainnya, saya hanya berharap api belum cukup jauh mencapai bawah dan membuka kap mobil saya dengan penuh gelisah bersama seorang pengendara motor yang terlibat disana.


Api masih pekat dan menjalar cukup jauh didalam mesin. Untungnya ada selang air yang mampu membantu untuk memadamkan api dari TK Olifant tersebut. Kami bisa bernafas lega karena api sudah padam dan karpet basah menutupi bagian mesin yang terbakar.

***

Lagi-lagi aki. Yap, konslet aki yang mengakibatkan semburan api jahat ini. Aki mobil saya bahkan belum ada 3 bulan semenjak kami ganti karena konslet lampu dan kami juga sempat memperbaiki lampu disalah satu bengkel ternama di Jalan Magelang.


Baterai handphone saya pun mati. Saya gemetar dan menangis menunggu kedua orangtua saya untuk sesegera mungkin menghampiri saya. Beberapa coba menenangkan saya dan menyuruh saya berteduh ditengah hujan yang cukup deras. Beberapa kali saya tergelut emosi dan menangis. Sampai akhirnya kedua orangtua, kakak dan sahabat saya datang untuk menenangkan dan mengurus segala kerusakan yang ada.

Pukul 21.00 Mobil saya masih menunggu derek.

Saya hanya bisa berterima kasih dan meminta maaf untuk segala ketololan yang saya buat. Menyebrang sembarangan dan tidak memerdulikan keselamatan saya sendiri.

***

Terima kasih pula untuk segala atensi dari teman-teman dalam merespon semua ini. Bagi yang telah membaca posting/tweet saya, hanya coba mengingatkan akan pentingnya kondisi mesin kendaraan kalian. Sekecil apapun, lampu, klakson dan sesegala yang berhubungan dengan arusnya pada mesin. Saya tidak paham betul akan permasalahan mesin dan sebagainnya, tapi untuk koreksi apabila ada segala sesuatu yang aneh sesegeralah ke bengkel dan hindari asumsi ‘nanti aja ah..’.


Semoga cerita ini berguna untuk teman-teman ya.

Sekali lagi Hawwin dan Satya terimakasih karena sudah sigap untuk pertolongan pertama yang saya butuhkan. Penduduk sekitar Jl. Cenderawasih, mas Puri Artha, mas pengendara motor yang sengaja behenti untuk menolong saya. Saya berterimakasih sebanyak-banyaknya untuk kalian. Alhamdulillah atas pertolongannya semua dapat teratasi dengan baik.

**Kabar terkahir yang saya terima bahwasanya seluruh kabel, aki, dan bagian mesin yg bukan metal habis terbakar. Makasih Gusti, diberi selamat. Nuwun Gusti Nuwun :"

Thursday, May 3, 2012

2[00]9

Malam yang belum seberapa jauh ini dengan segala serpihan bintang diatas sana sudah menguatkan pikiranku akan suatu waktu dan kamu. Waktu ketika 3 tahun lalu ada aku, kamu dan seragam abu-abu ..

"Saat kau katakan apa yang kau rasa dalam hatimu padaku
Dan kujawab rasa cintamu yang dalam dengan senyuman di bibirku
Semua indah, serasa dalam mimpi"

tentu saja semua berjalan lebih indah, dan cukup mudah untuk menerka masa depan kita didepan sana. Tanpa peduli hal-hal yang menuntun idealisme dan melibatkan ego kita masing-masing. Kita terlalu banyak tertawa, bermimpi.

"Dan hari pun silih berganti menguji cintaku kepadamu
Tlah kuberi semua rasa cinta serta hatiku padamu
Namun kau slalu menuntutku lebih
Hingga ku tak tahu harus apa lagi"

Tidak semua hal yang kita rencanakan selaras dengan skenario alam. 2009 dan skenario lain sudah tersodor di depan mata kita untuk lebih sering berargumen dan membesarkan amarah masing-masing. Kita tidak senang dan mulai menyalahkan keadaan. Aku terbahak. Kau menyalahkan sesuatu yang sia-sia dan bahkan tidak bernyawa untuk dipertahankan. Kau mulai mencemooh dan membandingkan sekeliling dengan duniamu sendiri. Senyawa kita tidak lagi utuh. Aku muak karena namanya terus menerus kau sebut.

"Karena kau slalu menuntutku lebih
Sampai ku tak tahu harus apalagi"

Tak sempurna. Deskripsi singkat yang bisa ku gumamkan. Kau mengelak tajam. Memohon dan memaki dalam satu kalimat. Sesekali mencela dan mengingat segala hal favoritku. Biru, warna kesukaanku, Penne, komik Miiko. Senyumku simpul. Aku menatapnya dalam-dalam dan mengingatkan kembali pikirannya, bahwa aku suka warna ungu, aku benci pasta dan aku suka doraemon, kemudian lagi dan lagi. Yang kamu ingat bukanlah sejumput aku bahkan kita, tapi kamu dengannya. Dan tapi tapi kamu mengelak.

"Seandainya ku dapat menjadi seorang yang kau inginkan
Hingga tak tergantikan cinta ku dengan cinta yang lainnya"

Aku menyerah dibagian ini. Semoga berbahagia untuk segala kecup, peluk, kehangatan yang sekarang kau bagi dengannya.


*shuffled playlist dari lagu Maafkan (Tak Sempurna) dari Ecoutez menemani prosesi penulisan posting ini. Aku tidak sedang menyalahkan kamu atas segala pilihanmu. Aku sedang bergandengan bersama waktu. Menikmati dan menjalani dengan semestinya :)

Wednesday, May 2, 2012

Dream Catcher


Entah sudah berapakali saya re-post gambar ini. Sebuah kalung dream catcher yang beralih fungsi menjadi gantungan yang menemani kartu KIK saya selama perjalanan. Dream catcher pertama yang saya beli dari seorang teman usai garage sale yang kami lakukan. Asumsi dasar saya membelinya tentu saja karena bentuknya yang unik dan masih sangat jarang sekali dijumpai (di Yk).


Dream catcher yang seharusnya digunakan untuk mengusir mimpi buruk dan diletakan dikasur kemudian saya letakan sebagai gantungan di mobil. Mengapa? Tentu saja untuk mengusir hawa-hawa buruk untuk tidak masuk mobil, haha asumsi ngawur sendiri sih hanya saja I feel safe when it hanging there.

Minggu-minggu awal saya membeli dream catcher yang saya letakan di mobil, saya tidak pernah bermimpi selama tidur dan mulai mengkaitkan segala sesuatunya dengan dream catcher, takut dia jadi tolak jodoh juga -____-

Dream catcher ini tidak saya beri nama kesayangan seperti halnya teman-teman saya yang selalui menamai barang-barangnya. Tapi dia teman perjalanan saya kemanapun saya berada, dia mengangguk di atas ketika tergoncang dan siap mengulum jalanan yang saya tempuh.

Dream catcher sebagai saksi yang paling jitu mengungkapkan cerita kemarin. Dikala yang kita tatap hanyalah mata masing-masing. Dikala obrolan santai dimobil dengan kamu waktu itu. Dikala menyetir menjadi aktifitas single dan tidak lagi plural. Beradu argument dengan orang lainnya. Dan segala celetuk koplo.

Tuesday, May 1, 2012

#31harimenulis

Akhirnya hari yang dinantipun tiba, awal Mei dengan seluruh gemuruh harapan baru yang masih dalam genggaman yang rapat (dan bongkahan gaji awal bulan). Sampai dengan 31 hari kedepan, bersama 62 teman-teman lainnya kami akan bersama-sama beradu jari dan bertutur dunia.


31 HARI? 1 BULAN.. ya saya harap tidaklah serumit imaji sebelumnya, lha 1 tahun berkomit aja pernah dijalani masa 1 bulan nyerah.. *curhaat*


Campaign ini, #31harimenulis yang digawangi kakak-kakak jagoan di komunikasi telah memasuki fase tahun kedua, dan atas segala pertimbangan yang pelik saya putuskan untuk bergabung didalamnya. 31 hari berkomitmen saya harap seharap-harapnya bisa melalui balada kegelisah dan kegundahan untuk posting disetiap harinnya.


Disisi lain, saya s merasa tulisan saya sebelumnya sangat metaphor dan penuuuh dengan intrik muslihat perumpamaan dan kualitas yang belum ciamik. Jangan pahami saya serumit itu juga, saya akan berusaha kakak semua dan berangkat dari tagline susu bayi yang lagi hits di tivi “Everyday its an adventure..” *lari lari kepadang gandum bawa layangan*


Demi koneksi internet, blogspot, pekerjaan, tugas kuliah, prahara cinta dan diet nasi, harapan saya dalam 31 hari ada cerita hangat yang bisa saya tuai dalam label petualangan Overste, eh petualangan jengMAND aja deh ;p




Saya siap kapten, petualangan siap mengudara ….